Tentang

Tentang YHK

Yayasan Harapan Kita (YHK) didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Agustus 1968 oleh Almarhumah Raden Ayu Hajjah Siti Hartinah Soeharto (Ibu Negara Presiden ke-2 Republik Indonesia) dan Almarhumah Hajjah Zaleha Ibnu Soetowo (Istri Menteri Minyak dan Gas Bumi Indonesia ke-3) dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Bidang kegiatan Yayasan Harapan Kita berfokus pada pembinaan olahraga, penelitian di bidang ilmu pengetahuan, studi banding kepada lembaga – lembaga yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan rakyat antara lain pada lembaga baik formal dan non formal, panti asuhan, panti jompo, dan panti wreda, rumah sakit, poliklinik serta laboraturium.

Selain itu, Yayasan Harapan Kita juga melaksanakan program kegiatan yang berfokus pada penerimaan dan penyaluran bantuan yang bermanfaat untuk korban bencana alam, memberikan bantuan kepada pengungsi akibat perang dan bencana alam, mendirikan sarana ibadah dan menyelenggarakan pondok pesantren serta madrasah.

Yayasan Harapan Kita berupaya untuk dapat memberikan pemberdayaan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sebagai suatu bentuk tanggung jawab sosial kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pemberdayaan dengan sistem yang berkelanjutan ini dimaksudkan agar program pemberdayaan yang diupayakan dapat berdampak secara maksimal.

Tentang Kami

SEJARAH KAMI

Pada tahun 1968 di masa mayoritas rakyat Indonesia sedang mengalami dinamika krisis perekonomian yang sangat memprihatinkan, Ibu Hajjah Siti Hartinah Soeharto mencetuskan gagasan untuk membuat sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dibidang kemanusiaan. Gagasan tersebut memperoleh dukungan dan sambutan baik dari sejumlah istri – istri pejabat pada saat itu, seperti Ny Zaleha Ibnu Soetowo, Ny Sri Dewanti Moehono dan Ny Siti Maemoenah Alamsyah.

Pencetusan gagasan mulia tersebut diwujudkan dengan didirikannya suatu wadah organisasi sosial yang dinamakan Yayasan Harapan Kita pada tanggal 23 Agustus 1968. Nama Yayasan Harapan Kita dipilih oleh para pendiri dengan harapan kita semua agar Yayasan ini dapat menampung seluruh harapan – harapan bagi masyarakat Indonesia.

Taman Mini Indonesia Indah

Dalam Langkah perjalanan prestasinya, Yayasan Harapan Kita telah membangun berbagai sarana sosial kemasyarakatan, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang digagas oleh Ibu Hajjah Siti Hartinah Soeharto. TMII mulai dibangun oleh Yayasan Harapan Kita pada tanggal 30 Juni 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975, terletak di 3 (tiga) Kelurahan, yaitu Kelurahan Ceger, Kelurahan Lubang Buaya dan Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, wilayah Jakarta Timur Daerah Khusus Ibukota Jakarta di atas lahan seluas ±150 hektar. Sebagai penggagas TMII, Beliau memiliki dasar pemikiran mewujudkan TMII sebagai suatu kontribusi mulia bagi Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bentuk warisan nasional (national heritage) berbagai seni dan budaya milik bangsa Indonesia untuk dilestarikan.

Pada tahun 2021, terjadi pergantian pengelolaan TMII yang semula dioperasikan oleh Yayasan Harapan Kita menjadi dioperasikan oleh pemerintah, dalam hal ini Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Masjid At-Tin

Selain TMII, Yayasan Harapan Kita juga telah membangun sarana ibadah berupa Masjid At-Tin di daerah kawasan Taman Mini Indonesia Indah diatas lahan seluas ±7 hektar dengan kapasitas daya tampung ± 20.000 jemaah.

Masjid At-Tin adalah sebuah masjid yang berada di kota Jakarta Timur, Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 26 Desember 1999. Pembangunan masjid di prakarsai oleh Presiden Republik Indonesia kedua, Almarhum Bapak H.M. Soeharto dan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya Pembangunan masjid ini juga dilakukan oleh Almarhum Bapak H.M. Soeharto pada tanggal 23 Agustus 1997. Arsitek Pembangunan masjid At-Tin adalah Fauzan Noeman dan Achmad Noeman, sedangkan desain masjid ini mengusungkan tema “Munajat Akbar”.

Rumah Sakit Jantung Harapan Kita

Dalam bidang kesehatan, Yayasan Harapan Kita telah mendirikan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita pada tahun 1985 yang merupakan satu-satunya rumah sakit khusus untuk penyembuhan penyakit jantung di Indonesia pada saat itu. Selanjutnya, Rumah Sakit Jantung Harapan Kita diserahkan kepada negara oleh Yayasan Harapan Kita pada tahun 1997. Masih dalam bidang Kesehatan, Yayasan Harapan Kita juga mendirikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Harapan Kita yang telah diserahkan kapada negara pada tahun 1998.

Taman Anggrek Indonesia Permai

Dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan, atas Prakarsa Almarhumah Ibu Hajjah Siti Hartinah Soeharto, Yayasan Harapan Kita telah mendirikan Taman Anggrek Indonesia Permai yang terletak di area Jakarta Timur, seluas 4 hektar. Dalam Kawasan Taman Anggrek Indonesia Permai, disediakan tempat bagi para petani anggrek untuk mengembangkan budidaya anggrek dan terkait dengan pengembangan budidaya anggrek, Yayasan Harapan Kita juga mendirikan laboraturium anggrek dalam Kawasan Taman Anggrek Indonesia Permai untuk dapat dimanfaatkan bagi para petani anggrek di Indonesia dalam rangka Upaya persilangan jenis anggrek yang ada di Indonesia.

Perpustakaan Nasional

Dalam bidang pendidikan pun, sesuai dengan Anggaran Dasar Yayasan Harapan Kita pasal 3 terkait penelitian dibidang ilmu pengetahuan, Yayasan Harapan Kita mendirikan Gedung Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Menyusul pembangunan Gedung Utama, Pembangunan Gedung Perpustakaan Nasional Blok B,C dan D masing-masing bertingkat 7, 9 dan 7 sudah selesai dibangun, keberadaan gedung tersebut masih dalam pengawasan Yayasan Harapan Kita dan belum diserahtterimakan ke Perpustakaan Nasional. November 1988

Padepokan Pencak Silat

Dalam bidang pembinaan olahraga, Yayasan Harapan Kita juga mendirikan Padepokan Pencak Silat yang berada di area Jakarta Timur seluas ±4.5 hektar. Pembinaan olahraga sekaligus juga untuk melestarikan budaya asli bangsa Indonesia adalah penting agar generasi penerus bangsa tetap dapat memelihara dan menjaga budaya peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia, yaitu Pencak Silat.

Pewayangan Kautaman

Dalam bidang budaya, Yayasan Harapan Kita telah mendirikan Pewayangan Kautaman di daerah Jakarta Timur, seluas ±2.3 hektar. Wayang sendiri saat ini telah menjadi warisan budaya milik bangsa Indonesia yang telah terdaftar di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Tujuan dari pendirian Pewayangan Kautaman oleh Yayasan Harapan Kita ini adalah dalam rangka melestarikan budaya wayang dan sebagai pertanggungjawaban terhadap pengakuan UNESCO pada wayang Indonesia dalam kategori Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Nilai – Nilai

Tanggung Jawab Sosial

 

Cinta Tanah Air

 

Berbaik hati, Peduli, dan Berbagi

 

Kolaboratif

 

Terbuka

 

Inovatif

 

Keberagaman

 

Visi:

Membangun generasi bangsa yang tangguh demi meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia

Misi:

  • Turut menjadi penggerak terhadap Upaya pelestarian lingkungan demi mencapai keseimbangan ekologi untuk generasi mendatang melalui penelitian di bidang ilmu pengetahuan dengan memperhatikan aspek Environmental, Social and Governance (ESG)Turut menumbuhkan masyarakat yang sehat, dalam rangka menjaga Kesehatan fisik dan mental masyarakat
  • Turut membangun lingkungan di mana generasi muda memiliki kegemaran membaca sehingga mereka menguasai Tingkat literasi yang memadai dalam rangka ikut memahami dengan kondisi cepatnya perubahan yang terjadi secara global
  • Turut membantu meringankan penderitaan masyarakat yang terkena dampak bencana dengan menerima dan menyalurkan bantuan kemanusiaan seraya membangun resistansi komunitas
  • Turut mewujudkan sarana bagi masyarakat untuk melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya tanpa diskriminasi
  • Turut berusaha mengikis kemiskinan seraya mewujudkan kesempatan yang luas bagi semua lapisan masyarakat
  • Turut melestarikan dan mengembangkan keberagaman budaya Indonesia sebagai jati diri bangsa Indonesia dalam menghadapi perkembangan era globalisasi sehingga dapat memberikan dampak yang baik untuk tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara