1. Home
  2. Artikel
  3. Yayasan Harapan Kita Dukung Literasi Digital Mahasiswa melalui Kegiatan PKM “Dari Feed ke Fame”

Yayasan Harapan Kita Dukung Literasi Digital Mahasiswa melalui Kegiatan PKM “Dari Feed ke Fame”

10 Juni 2025 – Dalam upaya mewujudkan komitmen jangka panjang dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan generasi muda, Yayasan Harapan Kita memberikan dukungan sponsorship untuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Dari Feed ke Fame: Membangun Personal Branding di Media Sosial”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie pada 10 Juni 2025, bertempat di Aula Institut Nalanda, Jakarta Timur, dengan format pelaksanaan hybrid.

Kegiatan ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam memahami pentingnya personal branding di era digital. Media sosial yang dulunya hanya menjadi ruang hiburan kini telah berubah menjadi panggung utama yang menentukan bagaimana seseorang dilihat oleh dunia—baik sebagai profesional, pelajar, kreator, maupun calon pemimpin masa depan. Sayangnya, tidak sedikit anak muda yang memanfaatkan media sosial hanya sebatas untuk hiburan, tanpa menyadari potensi strategisnya. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa pelaksana berusaha menghadirkan ruang edukatif dan praktis untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus mendorong transformasi cara pandang terhadap kehadiran digital.

Seminar “Dari Feed ke Fame” melibatkan lebih dari seratus peserta dari berbagai latar belakang, terutama mahasiswa Institut Nalanda serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada pengembangan diri dan konten digital. Acara ini dibuka oleh sambutan dari Rektor Institut Nalanda dan Kepala Program Studi MIKOM Universitas Bakrie, serta diisi oleh keynote speech dari Wakil Rektor II Universitas Bakrie. Narasumber utama dalam sesi materi adalah Fadhillah Nurlita Ahmad, Head of Digital dari Cretivox—sebuah platform konten digital yang populer di kalangan Gen-Z. Ia membawakan materi tentang bagaimana membangun personal branding secara autentik, strategi menciptakan konten yang positif dan konsisten, serta etika komunikasi dalam dunia digital yang cepat berubah.

Seminar ini berlangsung interaktif, dengan peserta baik yang hadir langsung maupun daring terlibat aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Salah satu topik yang banyak menarik perhatian adalah bagaimana membedakan antara pencitraan kosong dengan personal branding yang bernilai. Narasumber mengingatkan pentingnya membangun kepercayaan audiens dengan menjadi diri sendiri, konsisten dalam menyampaikan nilai, dan mengelola reputasi digital dengan bijak.

Kehadiran Yayasan Harapan Kita sebagai sponsor memberikan dampak penting terhadap keberlangsungan acara. Dukungan tersebut mencakup aspek logistik, dokumentasi, serta publikasi, yang memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan menjangkau khalayak yang lebih luas. Nama dan logo YHK ditampilkan dalam berbagai materi visual acara, serta disebut secara resmi dalam sambutan pembuka dan penutup acara oleh MC. Selain itu, dukungan ini juga terekspos melalui kanal-kanal digital mitra pelaksana, termasuk media sosial Universitas Bakrie, Institut Nalanda, dan TVONE News yang turut meliput kegiatan.

Dari sisi pelaksanaan, kegiatan ini tidak hanya menyampaikan materi edukatif, tetapi juga menyertakan proses pengukuran efektivitas melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep personal branding dan etika digital setelah mengikuti seminar. Peserta yang sebelumnya belum pernah memikirkan arah konten digital mereka, mulai menunjukkan minat untuk membentuk jejak digital yang lebih terstruktur, positif, dan relevan dengan tujuan pribadi maupun profesional.

Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta, kegiatan ini juga berdampak besar pada pengembangan kompetensi mahasiswa pelaksana. Mereka memperoleh pengalaman konkret dalam perencanaan program komunikasi, membangun kemitraan lintas institusi, mengelola acara hybrid, hingga melakukan dokumentasi dan pelaporan yang sesuai dengan standar akademik. Hal ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter profesional yang tidak hanya cakap di bidang komunikasi, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kepemimpinan.

Kegiatan ini turut mempererat hubungan antara Universitas Bakrie dan Institut Nalanda sebagai institusi mitra. Kolaborasi ini membuka ruang bagi penyelenggaraan program-program literasi digital dan pengembangan kapasitas masyarakat di masa depan. Diharapkan, ke depan kegiatan semacam ini bisa terus berkembang menjadi pelatihan berbasis praktik, sesi konsultasi digital, atau bahkan program mentoring yang berkelanjutan.

Melalui sponsorship dalam kegiatan ini, Yayasan Harapan Kita tidak hanya mendukung sebuah seminar, tetapi turut berperan aktif dalam membangun ekosistem digital yang cerdas, beretika, dan memberdayakan. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana pendekatan pendidikan yang partisipatif dapat menciptakan dampak konkret, baik dalam meningkatkan kesadaran peserta terhadap potensi media sosial, maupun dalam membentuk narasi baru mengenai bagaimana anak muda Indonesia menyampaikan nilai dan potensi mereka kepada dunia.

Kedepan, Yayasan Harapan Kita berharap kolaborasi lintas sektor semacam ini dapat terus digalakkan, demi mendorong literasi digital yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif dan berkelanjutan.

Yayasan Sosial, Lembaga Swadaya Masyarakat, Peduli Lingkungan, Jakarta, Yayasan Harapan Kita